Paris Saint Germain

Mimpi Buruk PSG

Mimpi-Buruk-PSG

Mimpi buruk Paris Saint Germain (PSG) menjadi kenyataan. Barcelona membalikkan keunggulan agregat sementara PSG 0-4 dengan kemenangan 6-1 di Camp Nou pada leg kedua 16 besar Liga Champions, Rabu (8/3) atau Kamis dini hari. Barca pun lolos ke perempat final dengan kemenangan agregat 6-5.

Skuat klub ibu kota Prancis itu sepakat kekalahan tersebut hasil yang sulit diterima sekaligus kehilangan kesempatan besar untuk berkembang. Tetapi, klub berjulukan Les Parisiens sadar bahwa hasil negatif itu karena permainan mereka yang tidak sesuia dengan rencana.

Pelatih PSG Unai Emery menilai, pemainnya tidak tampil dengan sikap yang diinginkan. Hasrat untuk membungkam Barca melalui serangan balik pun tidak berjalan. Lebih parah lagi, Emery tidak memungkiri jika Thiago Silva dan kawan-kawan tidak bertahan dengan baik. Bagi Emery, itu merupakan pengalaman negatif untuk PSG.

Hanya antara Emery dan CEO PSG Nasser Al Khelaifi juga memiliki kesamaan persepsi dalam menyikapi kekalahan yang menjadi sejarah baru di Liga Champions itu. Keduanya sepakat menuding wasit Deniz Aytekin asal Jerman sebagai pemicu kandasnya angan angan PSG berjaya di Liga Champions musim ini.

Ketika PSG semestinya bisa lolos hingga menit ke-80, 10 menit terakhir justru menjadi petaka bagi mereka. Barca mendapat penalti kedua, lalu tambahan waktu yang diberikan 5 menit. Meski tidak ada insiden atau peristiwa krusial sepanjang babak kedua. Ditambah lagi, tuan rumah justru terhindar dari hukuman penalti saat Javier Mascherano dengan jelas handball di wilayah penalti.

“Kami hanya menunjukkan kepribadian kami saat ini dengan dua penalti untuk Barca, dan penalti tidak diberikan kepada kami telah memberikan dampak,” kata Emery.

Di luar itu, kegagalan menuju perempat final menambah daftar rapor buruk PSG di Liga Champions sejak diambil alih Qatar Sport Invensments (QSI) pada 2011 lalu. Karena, dalam lima musim terakhir Les Rouge Et Bleu tidak pernah ke semifinal.

Bahkan, di bawah Emery ini merupakan pencapaian terburuk PSG bersama QSI. Pasalnya, dalam empat musim sebelumnya, PSG selalu mencapai perempat final. Di musim ini PSG kandas di 16 besar.